Home / Berita / Rekam Medis, Alternatif di tengah sempitnya lahan pekerjaan

Rekam Medis, Alternatif di tengah sempitnya lahan pekerjaan

Rekam medis merupakan berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain kepada pasien pada sarana pelayanan kesehatan (Peraturan Mentri Kesehatan No. 749a/1989 tentang Rekam Medis). Berkas ini yang nantinya akan sangat berperan dalam berlansungnya pelayanan di suatu instansi pelayanan kesehatan. Karena mempunyai fungsi sebagai administration, legal, financial, riset, education, documentation, akurat, informatif dan responsibility.

Untuk mengcover semua itu, maka diperlukanlah tenaga perekam medis yang berkompeten yang mempunyai latar belakang minimal D3 Perekam medis. Yang menguasai setidaknya kodifikasi penyakit, pemograman computer, komunikasi yang baik, dan sebagiannya.

Para perekam medis ini sangat berperan penting dalam suatu pelayanan kesehatan. Dewasa ini, disebutkan bahwa rekam medis adalah ujung tombak pelayanan rumah sakit. Bisa terlihat salah satu diantaranya pada saat pengklaiman asuransi, disini perekam medis akan mengkodifikasi diagnosa penyakit pasien yang telah ditegakkan oleh seorang dokter, kemudian diinput kedalam system Indonesian Diagnostic Related Group (INA-DRG), maka asuransi baru dapat diklaim. “No code, no claim, no money”. Di sinilah salah satu kompetensi perekam medis yang sangat dibutuhkan oleh pihak penyedia pelayanan kesehatan terbukti.

Jurusan untuk perekam medis ini bisa dikategorikan jurusan baru dan masih jarang di Indonesia, karena hanya beberapa Perguruan tinggi yang baru memulai mengadakan jurusan tersebut beberapa tahun belakangan ini. Tentu saja lulusan yang menempuh pendidikan sebagai perekam medis ini mempunyai peluang yang masih sangat besar di dunia kerja, karena lebih kurang indonesia masih membutuhkan banyak lulusan perekam medis.

Biro Perencanaan Kerjasama Luar Negri (BPKLN) yang dibawahi Kementrian Pendidikan Nasional merupakan salah satu lembaga pemberi beasiswa kepada mahasiswa berprestasi yang bekerjasama dengan beberapa perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Istimewanya para penerima beasiswa dari Biro Perencanaan Kerjasama Luar Negri (BPKLN) berhak menentukan sendiri bidang pendidikan atau jurusan yang akan mereka tempuh.

Dalam kontribusi untuk meningkatkan kualitas rekam medis Indonesia,Biro Perencanaan Kerjasama Luar Negri (BPKLN) juga turut berperan aktif dalam memberikan beasiswa kepada lebih dari mahasiswa-mahasiswa perekam medis, diantaranya dapat jelas dirasakan manfaatnya oleh mahasiswa jenjang Diploma 4 Rekam Medis dan Informatika Kesehatan di Politeknik TEDC Bandung,mereka mendapatkan beasiswa dari awal perkuliahan sampai dengan selesai masa perkuliahan selama 4 tahun.
Ini dapat dijadikan inspirasi dan harapan bagi mereka yang kebingungan dengan lapangan pekerjaan yang semakin sempit, karena tenaga perekam medis masih banyak dibutuhkan oleh dunia kesehatan Indonesia. Dan sebagai alternatif biaya bagi mereka yang memiliki prestasi mempunyai kesempatan dengan beasiswa yang diadakan BPKLN (Biro Perencanaan Kerjasama Luar Negri).

PENULIS : Tesha Angraeni ( Mahasiswa Rekam Medis & Informatika Kesehatan Politeknik TEDC Bandung )

Red*Mamay Syani S.ST

 
 
 
shared on wplocker.com