Home / Info Mahasiswa / Tim Cimahi 1 sukses di IEMC

Tim Cimahi 1 sukses di IEMC

Metrotvnews.com, Surabaya: Tim 1 ITS dengan mobil Sapu Angin dan Tim UI dengan mobil Nakoela Hore, sama-sama juara pertama kelas prototype gasoline dalam kompetisi mobil hemat energi tingkat nasional atau “Indonesia Energy Marathon Challange” di Sirkuit Kenjeran Park, Surabaya, 22-25 November.

“Tim juri sempat menerima beberapa opsi untuk menentukan siapa yang lebih unggul dalam kategori prototype gasoline itu, namun opsi yang ditawarkan tidak terdapat di dalam regulasi. Mau tidak mau, kategori ini kita nyatakan terdapat dua tim yang menjadi juara pertama,” kata anggota tim juri Dr Muhammad Nur Yuniarto di Surabaya, Senin (26/11) pagi.

Mobil Nakoela Hore dari UI sempat menempati posisi kedua dari rivalnya, Tim 1 ITS (Sapu Angin), namun mobil Nakoela akhirnya mampu mengoptimalkan performa dan perhitungan di kamar hitung menunjukkan Nakoela Hore berhasil menyamai pencapaian maksimum dari saingannya, dengan nilai yang sama persis.

Awalnya, mobil Sapu Angin yang dikendalikan Tim 1 ITS mampu mengonsumsi bahan bakar satu liter untuk 338,1967 kilometer dan hasil itu merupkan perolehan terbaik. Sedangkan pencapaian terbaik dari tim Nakoela Hore adalah 313,956 kilometer per liter.

Namun, tim Nakoela secara mengejutkan dalam percobaan terakhir bukan hanya mampu meningkatkan pencapaiannya, tapi justru hasilnya menyamai pemegang posisi tertinggi pada kategori prototype gasoline itu.

Menyikapi hal itu, Tim 1 ITS sempat beberapa kali kembali mencoba race pada hari terahir pelaksanaan IEMC 2012, Minggu (25/11) malam, namun pencapaian tim saat itu belum bisa melampaui hasil terbaik mereka, bahkan justru menurun yakni sekitar 299 kilometer per liter.

Akhirnya, nilai 338,1967 kilometer per liter perolehan Tim 1 ITS pun sama persis dengan nilai yang diperoleh oleh Nokoela Hore dari UI dan kedunya pun ditetapkan sebagai juara pertama dalam kelas prototype gasoline.

Untuk kategori yang sama, Tim Cimahi 1 dari Politeknik TEDC Bandung mampu meraih pencapaian terbaik tim hanya berkisar pada 122,0848 kilometer per liter, sedangkan mobil Semar Proto dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Unyil Ngayogyakarta dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) tidak bisa menuntaskan “race” kali ini.

Untuk kelas urban diesel, Tim 2 ITS mampu mengonsumsi bahan bakar sebesar 124,6330 kilometer per liter. Meski belum mencapai target, namun Tim 2 ITS masih dapat bernapas lega karena saingan satu-satunya mereka dari PNJ harus bersusah payah untuk meloloskan mobilnya dari tahap scrut.

Di kelas prototype diesel, Tim 4 ITS mampu mengonsumsi bahan bakar 343,869 kilometer per liter, sedangkan di kelas prototype listrik Tim Arjuna Hore (UI) mengonsumsi bahan bakar 165,247 kilometer per liter dengan mengalahkan Tim SAE_ZEV Otomasi dari ITS dan Tim Arjuna Hore dari UI.

Di kelas urban gasoline diduduki Tim Horas USU dengan 139,367 kilometer per liter dengan mengalahkan tujuh mobil hemat lainnya, termasuk dari Tim 4 ITS, sedangkan di kelas urban listrik yang tertinggi masih dicapai Tim Nusa Kencana (PNJ) yakni 45,982 kilometer per liter dengan menyisihkan delapan tim mobil hemat lainnya.

IEMC yang pertama kali digelar di tingkat nasional dengan dukungan penuh dari Ditjen Dikti Kemdikbud itu mempertandingkan dua kategori yakni prototype dan urban yang masing-masing ada tiga kelas yakni diesel, gasoline, dan listrik. Perhelatan yang juga didukung Pertamina itu diikuti 27 tim mobil dari 17 universitas.

Ke-17 universitas yang menjadi peserta IEMC 2012 adalah ITS, UI, UGM, UNY, Politeknik TEDC Bandung, PNJ, Unsri, USU, Untar, ITN, UNS, Polman Bandung, UMM, UB, PENS, dan Polbat.(MI/DNI)

SOURCE http://www.metrotvnews.com/otomotif/read/2012/11/26/15/115322/ITS-UI-Juarai-Kelas-Prototype-Gasoline-IEMC

 
 
 
shared on wplocker.com